Surat Cinta untuk Bupati Maluku Tengah

oleh -421 views

Oleh: Khairuz Salampessy, Pegiat lingkungan

Bapak Bupati yang beta cintai. Maluku Tengah adalah salah satu kabupaten tertua di Maluku, sebuah wilayah yang semestinya berdiri sebagai pusat budaya, sejarah, dan pariwisata. Namun hingga hari ini, satu pertanyaan sederhana terus datang. “Mengapa daerah dengan potensi sebesar ini seperti berjalan di tempat? Pertanyaan ini bukan tanpa alasan, melainkan lahir dari keinginan melihat tanah sendiri tumbuh, bergerak, dan menjadi kebanggaan bersama.

Mari pak bupati, kita mulai perjalanan dari bagian daratan yang paling dekat dengan lautan. Siapa yang tidak mengenal Pantai Natsepa? Siapa yang tidak tahu Pantai Liang? Bahkan di Pulau Ibu, pulau tempat Kota Masohi berdiri sebagai ibu kota Maluku Tengah, keindahan tersebar di setiap penjuru.

Baca Juga  BRINUS Malut Nilai Desakan Copot Kepala BKAD Halbar Tidak Objektif

Di Pulau Seram, terutama pesisir utara dari Pasanea, Gale Gale, Saleman hingga Negeri Sawai, seseorang akan merasa seolah berada di sebuah surga yang disembunyikan. Dari gugusan Pulau Tujuh, Tebing Hatusaka, Air Blanda “tempat sungai kecil bertemu laut” hingga pemandangan rumah-rumah panggung yang berdiri tenang di atas permukaan Laut Negeri Sawai. Lautnya setenang minyak dalam kuali.

Kembali ke Pulau Ambon, sepanjang Jazirah Leihitu, deretan pantai indah berpadu dengan aliran sungai-sungai yang mengalir lembut, menawarkan panorama yang tak kalah memukau.

No More Posts Available.

No more pages to load.