- Keyakinan yang menyimpang dan tenggelam dalam bid’ah-bid’ah
- Kemunafikan dan tidak sinkronnya antara zhahir dengan batin
- Menunda-nunda tobat
- Panjang angan-angan dan mencintai dunia
- Menggantungkan hati kepada selain Allah SWT
- Terbiasa mengerjakan dosa-dosa dan berbuat durhaka secara terus menerus
- Bunuh diri dan berputus asa terhadap rahmat Allah SWT
- Berinteraksi dengan orang-orang yang biasa berbuat durhaka
- Tidak konsisten dalam ketaatan dan ibadah
Mengacu pada sumber yang sama, orang yang meninggal dalam keadaan su’ul khatimah tidak bisa dituntun mengucapkan kalimat syahadat ketika sakaratul maut. Hal ini dijelaskan oleh Ibnu Rajab Al Hanbali yang menukil perkataan Abdul Aziz bin Ruwwad.
Diceritakan, Abdul Aziz bin Ruwwad menghadiri seorang lelaki yang menghadapi sakaratul maut dan ditalqin atau diajarkan kalimat syahadat, ‘La Ilaha Illallah.’ Lelaki itu mengucapkan kata terakhirnya yang mengindikasikan bahwa ia seorang yang kafir karena perkataannya itu. Ia pun meninggal dalam keadaan su’ul khatimah.
Kemudian ada juga yang menjelang kematiannya mereka mengatakan Tuhan telah bertindak sewenang-wenang terhadapnya. Ini termasuk salah satu tanda-tanda su’ul khatimah seperti dijelaskan ulama.
Imam Ibnu Qayyim mengatakan dalam Thariq Al Hijratain, “Cerita-cerita yang berkaitan dengan sakaratul maut ini sangat banyak. Barang siapa menyibukkan diri dengan Allah, senantiasa berzikir kepada-Nya dan mencintai-Nya selama hidupnya, maka hal itu lebih dibutuhkan menjelang sakaratul maut, ketika rohnya keluar menghadap kepada Allah SWT.”
Wallahu a’lam.
sumber: detikhikmah










