Tahun Ajaran Baru, FKIP Unpatti Terapkan Belajar-mengajar Daring dan Luring di Daerah Terluar

oleh -66 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Memasuki tahunan ajaran baru 2021/2022, Falkutas Kegururuan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pattimura (Unpatti), mengupayakan peningkatan pelayanan pembelajaran. Terlebih, akan terfokus pada guru-guru yang melakukan proses belajar-mengajar di daerah terjauh, terluar dan terisolasi yang tersebar di seluruh wilayah di Provinsi Maluku.

Hal ini diungkapkan Dekan FKIP Unpatti, Prof. Dr. I. H, Wenno,S.Pd, saat berhasil dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya.

“Khusus bagi guru-guru yang melakukan proses belajar-mengajar di daerah terluar dan terisolasi, diterapkan dua sistim yakni daring dan luring,” ujarnya.

Menurutnya untuk model pembelajaran luar jaringan (luring) selalu dikoordinasikan dengan kecamatan-kecamatan terkait.

“Untuk model luring bagi daerah-daerah yang jauh, dan ini akan kita koordinasikan dengan kecamatan-kecamatan yang ada di kabupaten terluar. Misalnya, Ambalau di Kabupaten Buru Selatan,” jelasnya.

Baca Juga  15 Tahun Kasus Munir, Jokowi Diminta Usut Peran Muchdi PR

Diakuinya, metode daring dan luring ini masih belum bisa dijangkau pada wilayah pegunungan.

“Untuk proses belajar-mengajar kita, ketika Daring atau Luring sampai di daerah pengunungan mungkin tidak bisa dijangkau. Seperti daerah Tivu signalnya terganggu. Semua ini telah dipikirkan,” tegasnya.

Masalah seperti ini, akunya, tentu saja turut menjadi atensi tersendiri bagi pihaknya.
“Kita nanti akan bantu, karena Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) punya tanggngjawab yang jauh lebih besar terkait mutu pendidikan. Seperti FKIP mengajar. Para dosen yang turun mengajar di sekolah-sekolah, kemudian mahasiswa yang semester 7 juga turut membangun untuk belajar lagi, di kampung-kamping di daerah kecamatan untuk membangun pemerintah kabupaten kota,” terangnya.

Baca Juga  Kelvin Fordatkossu dan MCP Sysilia Persembahkan Lagu Bagi Korban Gempa Ambon

Salah satu wilayah yang mendapatkan perhatian serius dari pihaknya, tambahnya, yakni Kabupaten Kepulauan Aru.

“Sebenarya sasaran tepat di kabupaten yang paling terluas dalam adalah Kabupaten Kepulauan Aru (Dobo), dengan sebaran dua kecamatan yaitu Aru Utara dan Selatan luar. Bayangkan, fasilitas lampu saja belum ada. Apalagi tower signal? Untuk charge peralatan elektronik saha sudah susah apalagi bisa berkomunikasi?” pungkasnya. (liehu)