Porostimur.com | Ambon: Memasuki tahunan ajaran baru 2021/2022, Falkutas Kegururuan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pattimura (Unpatti), mengupayakan peningkatan pelayanan pembelajaran. Terlebih, akan terfokus pada guru-guru yang melakukan proses belajar-mengajar di daerah terjauh, terluar dan terisolasi yang tersebar di seluruh wilayah di Provinsi Maluku.
Hal ini diungkapkan Dekan FKIP Unpatti, Prof. Dr. I. H, Wenno,S.Pd, saat berhasil dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya.
“Khusus bagi guru-guru yang melakukan proses belajar-mengajar di daerah terluar dan terisolasi, diterapkan dua sistim yakni daring dan luring,” ujarnya.
Menurutnya untuk model pembelajaran luar jaringan (luring) selalu dikoordinasikan dengan kecamatan-kecamatan terkait.
“Untuk model luring bagi daerah-daerah yang jauh, dan ini akan kita koordinasikan dengan kecamatan-kecamatan yang ada di kabupaten terluar. Misalnya, Ambalau di Kabupaten Buru Selatan,” jelasnya.
Diakuinya, metode daring dan luring ini masih belum bisa dijangkau pada wilayah pegunungan.
“Untuk proses belajar-mengajar kita, ketika Daring atau Luring sampai di daerah pengunungan mungkin tidak bisa dijangkau. Seperti daerah Tivu signalnya terganggu. Semua ini telah dipikirkan,” tegasnya.





