Air Force One yang lebih tua kemudian terbang menggunakan kode panggilan kepresidenan “AF1”. Pesawat tersebut membawa wartawan dan staf Gedung Putih, tetapi tidak membawa Trump.
Sementara itu, Trump berada di dalam C-32A dengan kode panggilan “RCH18” atau “Reach 18”, yang lazim digunakan untuk misi transportasi militer.
Sistem pelacakan publik terhadap pesawat tersebut juga dilaporkan dimatikan sehingga keberadaan Trump tidak dapat dipantau secara terbuka.
Ketiga pesawat kemudian tiba di RAF Mildenhall dengan selisih waktu hanya beberapa menit.
Trump selanjutnya terlihat turun dari Air Force One yang lebih tua. Adegan tersebut kembali memberi kesan bahwa ia memang melakukan perjalanan dengan pesawat tersebut dari Turki.
Padahal, menurut laporan tersebut, Trump telah lebih dahulu diterbangkan secara rahasia menggunakan C-32A.
Setelah tiba di Inggris, Trump kemudian menyapa personel militer Amerika Serikat sebelum kembali menaiki pesawat kepresidenan pemberian Qatar untuk melanjutkan perjalanan menuju Washington.
Gedung Putih sebelumnya memang menyatakan secara terbuka bahwa Trump meninggalkan Turki menggunakan Air Force One yang lebih tua. Namun, keberadaan sebenarnya selama operasi pengelabuan tersebut tetap dirahasiakan.









