Tapaki RI 01, Prabowo-Sandi alokasi 2 kursi menteri bagi Maluku

oleh -118 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Saat memuncaki kepemimpinan di Indonesia tahun 2019 nanti, pasangan Prabowo menjanjikan akan mengalokasikan 2 kursi menteri bagi Maluku.

2 kursi menteri ini merupakan representasi komunitas religi di Maluku, 1 kuota mewakili masyarakat Muslim dan 1 sisanya mewakili masyarakat Kristen.

Kuota kursi menteri ini dibenarkan Ketua Umum Forum Pemuda Muslim Maluku, Umar Kei, saat berhasil dikonfirmasi wartawan, di Ambon, Kamis (8/11).

”Selama jadi Presiden, Joko Widodo ada kasih Menteri? Jembatan dan hal-hal lain itu milik negara yang sudah diatur dari sekian tahun yang lalu. Jokowi hanya menjalankan saja. Kalau mau pilih Jokowi dia mau kasih menteri untuk Maluku? Tidak ada. Prabowo bilang orang Jawa boleh pilih Jokowi silakan, tetapi masa depan bangsa ini ada di Maluku,” ujarnya.

Link Banner

Alokasi dimaksud, akunya, merupakan hasil kesepakatan bersama antara seluruh pemuda Maluku yang dibawahinya bersama dengan Prabowo.

Baca Juga  Kabur, Istri PM UEA Bawa Uang Setengah Trilyun

”Jangan liat Jokowi datang disini (Maluku) sudah 4 kali. Dia datang dengan uang negara, bukan uang pribadi. Lalu selanjutnya dia ada perhatikan Maluku? Tidak. Tidak ada orang Maluku yang duduk di jabatan-jabatan tertentu lalu memperhatikan Maluku. Dengan itu maka jatah 2 menteri, satu Muslim dan satu Kristen, maka Maluku aman dan tidak ada lagi RMS dan OPM di sini,” jelasnya.

Salah satu tipe kepemimpinan Joko Widodo yang tidak memperhatikan Maluku, sebutnya, adalah pengelolaan Blok Masela.

Dimana, 886 tenaga kerja yang akan masuk ke Blok Masela, seluruhnya didatangkan dari luar Maluku.

Sementara, Maluku sebagai pemilik lahan hanya berperan sebagai penonton saja.

”Saya ini salah satu orang Maluku yang menampung pemuda Maluku di Jakarta. Sekitar 200 pemuda Maluku di Jakarta bekerja sebagai debt collector atau dikenal sebagai preman. Saya mendukung mulai dari Pilkada Maluku, pasangan Assagaf dan Andre dengan keinginan sendiri dan uang sendiri. Saya mendukung karena saya tidak mau pemuda-pemuda Maluku yang sarjana harus merantau ke Jakarta dan jadi preman seperti saya,” tegasnya.

Baca Juga  Gelandang Tottenham Pingsan di Pangkuan Pacar Cantiknya

Sementara untuk pasangan Walikota-Wakil Walikota (Wawali) Tual dan Bupati-Wakil Bupati (Wabup) Malra, dihimbaunya untuk memperhatikan anak-anak daerah.

”Jangan mau tes pegawai harus kasih uang biar bodoh. Arti merata itu misalnya ada kebutuhan pegawai 100-200 orang, maka itu harus dibagi di semua Kabupaten biar merata,” pungkasnya. (keket)