Porostimur.com, Gaza – Hamas menegaskan kesepakatan bertahap untuk mengakhiri perang di Gaza bukan berarti menyerah atau meletakkan senjata. Kelompok perlawanan Palestina itu justru menyebut pelaksanaan kesepakatan tersebut sepenuhnya bergantung pada kesediaan Israel memenuhi kewajibannya, mulai dari penarikan pasukan hingga membuka akses bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Penegasan itu disampaikan perwakilan Hamas di Iran Khaled Qaddoumi, menyusul pengumuman kesepakatan baru yang oleh sejumlah laporan media disebut sebagai proses “pelucutan senjata Hamas”.
Kepada Press TV, Qaddoumi membantah keras penggambaran tersebut.
Menurut dia, yang dibicarakan bukan penyerahan senjata, melainkan kemungkinan pengumpulan dan penyimpanan senjata berat milik berbagai faksi Palestina di bawah otoritas administratif Palestina.
“Tidak ada pertanyaan tentang penyerahan atau pelepasan senjata,” kata Qaddoumi.
Ia menjelaskan, mekanisme yang ditawarkan adalah pengumpulan atau penyimpanan senjata berat dari faksi-faksi Palestina kepada otoritas Palestina. Dalam skema itu, kata dia, tidak ada pihak lain yang memiliki kewenangan atas persoalan tersebut.
Pernyataan Qaddoumi muncul setelah Hamas menyatakan menerima proposal bertahap yang ditujukan untuk mengakhiri perang di Gaza secara menyeluruh.










