Sekitar pukul 15.24 WIT, tim berhasil menemukan kapal tersebut. Namun, posisi kapal berada sekitar 18 mil laut dari lokasi awal kejadian.
Setelah dilakukan pemeriksaan dan koordinasi dengan lima awak kapal, diketahui kebocoran pada lambung kapal telah berhasil diperbaiki sementara sehingga kapal masih memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan.
Meski demikian, demi memastikan keselamatan seluruh awak, Tim SAR Gabungan kemudian melakukan pendampingan terhadap Kapal Yuni Bahari menuju Pelabuhan Rakyat Banda Neira.
Tiba di Banda dalam Kondisi Selamat
Ezau mengatakan proses pendampingan berlangsung hingga kapal tiba di Pelabuhan Rakyat Banda.
“Pada Minggu (2/8/2026) pukul 00.30 WIT, Tim SAR Gabungan bersama Kapal Yuni Bahari tiba dengan selamat di Pelabuhan Rakyat Banda. Selanjutnya seluruh korban diserahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang diterima, Kapal Yuni Bahari sebelumnya bertolak dari Kota Ambon pada Jumat (31/7/2026) dengan tujuan Pulau Banda Neira.
Saat melintas di sekitar perairan Pulau Run, kapal dihantam gelombang tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan mesin alkon mengalami kerusakan dan lambung kapal mengalami kebocoran.
Beruntung, awak kapal berhasil melakukan perbaikan sementara sembari menunggu bantuan. Tim SAR Gabungan yang bergerak cepat kemudian menemukan kapal dan memberikan pendampingan hingga tiba di Banda.









