Tradisi Fatingaro

oleh -389 views

Artinya: “Biaya fatingora itu semacam tradisi orang Galela dari pihak perempuan untuk menghalangi atau biasa kami menyebut membajak pihak laki-laki dengan kain, setelah pihak laki-laki membayar baru kami dapat membuka kain. Hal ini karena sudah menjadi tradisi kami yang sudah berlaku turun-temurun (Ketua adat; Bapak Tayo).”

Budaya fatingora ini merupakan rincian dan proses jalannya sebuah upacara Kai (Pernikahan) yang tidak dapat dihindari oleh pihak pengantin lelaki yang ingin memperisteri anak gadis dari suku Galela.

Fatingora biasanya dimulai pada saat pihak pengantin lelaki masih berada di luar sibua (bahasa galela untuk tenda atau tenti di depan rumah), di depan pintu masuk rumah, saat ngora mabelenga (masuk pintu kamar), saat kulambu mabelenga (buka kelambu) dan pada saat penyerahan mas kawin kepada mempelai wanita.

Baca Juga  Pastikan Isu Gaza Masuk Agenda Negosiasi dengan AS, Menlu Iran Tegaskan Dukungan untuk Palestina

Makna dari biaya-biaya fatingora sendiri adalah untuk membayar semua persyaratan untuk keikhlasan bahwa fatingora sudah menjadi tradisi masyarakat Galela dalam setiap upacara Kai. Budaya memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat Galela yang akan terus di jaga dan dilestarikan secara turun-temurun.

Selain itu, biaya yang diperoleh digunakan untuk pelaksanaan pesta resepsi pernikahan, karena menurut adat masyarakat Galela pesta resepsi juga menjadi hal yang terpenting untuk merayakan pernikahan sekaligus membuat pengumuman kepada seluruh undangan atau masyarakat setempat bahwa pasangan pengantin sudah resmi menjadi suami-isteri yang sah menurut adat dan agama.

No More Posts Available.

No more pages to load.