Tragedi Gajah yang Terpenggal Sejarah

oleh -253 views

Logo sebuah partai politik pasti mengandung pesan politik juga. Apalagi parpol itu dengan bangganya menuliskan Partai Super Tbk alias Partai Super Terbuka.

Pertanyaan selanjutnya adalah terbuka di apanya dulu? Keanggotaannyakah, sumber dananyakah, agenda ke depankah, atau apanyakah? Silakan jawab dengan terbuka, bro.

Saya jadi teringat dengan salah satu mata kuliah di jurusan Ilmu Pemerintahan saat masih menjadi mahasiswa. Dalam mata kuliah Metodologi Ilmu Pemerintahan & Politik (MIPP), dosen saya mengilustrasikan bahwa ilmu politik itu bisa dibilang seperti ilmu perdukunan. Kita diajak untuk tahu dan paham dengan sesuatu yang tidak tampak mata. Kita juga diajak untuk tahu di balik yang tampak. Menarik bukan?

Baca Juga  Pernyataan Jusuf Kalla Harus Dimaknai Secara Kontekstual, Rasional, dan Realitas

Salah satu pakar politik Indonesia, Prof. Salim Said pernah berkata bahwa politik itu seperti udara. Semua orang butuh udara. Tapi, udara itu tak tampak namun ada. Sebuah teori singkat yang mudah dipahami.

Jadi, ilustrasi gajah yang mendongak dengan kepala terpisah sah – sah saja jika publik memaknainya sebagai sebuah kematian akibat hukuman. Bisa jadi hukuman dari alam karena melawan hukum Tuhan. Entahlah. Yang jelas, jangan tanya saya.

Sebagai pengamat, pidato politik perdana Bro Kaesang selaku ketum tampak kurang percaya diri. Mengawali pidato politik dengan permintaan maaf atas kegagalannya di kontestasi pemilu 2024 untuk membawa partai itu ke Senayan.

No More Posts Available.

No more pages to load.