Tragedi Gajah yang Terpenggal Sejarah

oleh -252 views

Oleh: Bangun Sutoto, SIP. alumnus Fisipol UGM. Koordinator Relagama Bergerak

Senin pagi pekan lalu, 14 Juli 2025 usai antar anak ke sekolah, saya terhenti di simpang lima Komplang. Simpang perlimaan yang hanya berjarak kurang lebih 300 meteran dari rumah Joko Widodo di Sumber, Surakarta.

Ada yang menarik di seputaran simpang tersebut yang membuat saya tergelitik. Apa itu?

Atribut bendera dan flyer salah satu parpol. Parpol baru tapi juga belum lama. Parpol belum lama ada tapi ganti logo baru.

Mata saya langsung tertuju di logonya yang baru. Seekor gajah bertubuh hitam dan berkepala merah. Yang membuat pikiran saya tergelitik adalah posisi si gajah yang mendongak dengan kepala yang terpisah. Bisa dibilang, logo itu lebih kepada ilustrasi seekor gajah yang terpenggal kepalanya. Entahlah.

Baca Juga  Berkas Kasus Dugaan Pemerkosaan Oknum Anggota DPRD Sula Dilimpahkan ke Jaksa

Kira-kira, kalau saya boleh menerjemahkan secara bebas simbol partai -s.d. tulisan ini saya bikin, saya juga belum baca makna di portal resminya- yang dulu bersimbol bunga mawar dalam genggaman tangan kiri, si gajah tengah menengadah kepada Sang Maha Kuasa siap menerima karma atau hukuman. Kepala yang terpenggal saya terjemahkan sebagai hukuman. Kira-kira demikian.

Sebuah logo atau simbol memiliki makna atau filosofi yang tidak asal-asalan dibikin. Ada bahasa atau pesan tersirat dari sebuah logo. Seekor banteng bermoncong putih juga memiliki makna dan pesan.

No More Posts Available.

No more pages to load.