Memilih terus berkomplot dengan Jokowi adalah cerminan pragmatisme politik oportunistik melanjurkan ekosistem politik sprindik dan manipulatif. Prabowo bukan Jokowi–politikus yang “tidak punya beban di masa lalu”. Jokowi terbukti menjadi beban di masa depan. Jika Prabowo cerdik berpolitik mustinya memilih untuk tidak terus membawa beban masa lalu ke masa depan. Agar terbebas dari trilema.
Jika ingin menghapus jejak suram politik masa lalunya di era Ode Baru, Prabowo perlu serius dan konsisten menegakkan hukum (rule of law). Ini pilihan orang cerdik. Prabowo masih punya masa depan, untuk memperbaiki beban masa lalunya. Dengan berhenti berkomplot dengan Jokowi – politikus yang tidak jelas masa lalunya. Dan kini menjadi beban bagi masa depan Indonesia. (*)









