Porostimur.com, Ambon – Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku Umar Lessy, mengingatkan bahwa hilirisasi tidak boleh berhenti pada peningkatan nilai tambah komoditas atau besarnya investasi yang masuk ke Indonesia. Menurutnya, agenda besar yang harus diwujudkan adalah membangun kapabilitas nasional sehingga Indonesia mampu menguasai teknologi, memperkuat industri dalam negeri, dan menentukan sendiri arah pembangunan ekonominya.
Gagasan tersebut disampaikan Umar saat menjadi pemateri pada Latihan Kepemimpinan III Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Tingkat Nasional yang digelar di Ambon, Rabu (29/7/2026). Dalam pemaparannya yang bertajuk “Kebijakan Industri dan Pembangunan Nasional: Dari Hilirisasi ke Kapabilitas Nasional, Membangun Kedaulatan Produktif Indonesia Menuju Indonesia Emas 2045,” ia mengajak generasi muda melihat hilirisasi sebagai titik awal transformasi, bukan tujuan akhir pembangunan nasional.
Menurut Umar, kebijakan larangan ekspor bijih nikel yang mulai diterapkan pada 2020 telah membawa perubahan besar terhadap struktur industri nasional. Indonesia berhasil menarik investasi pembangunan smelter, meningkatkan ekspor produk turunan mineral, dan menempatkan diri sebagai salah satu pemain penting dalam rantai pasok industri global, khususnya sektor nikel dan baterai kendaraan listrik.










