Lebih lanjut, Karhi menyebut surat kabar itu sebagai “corong musuh Israel”.
“Haaretz membuat propaganda untuk melayani musuh, menyajikan narasi musuh-musuh kita, menyebarkan kebohongan, menggunakan istilah-istilah yang menentang Zionisme dan memusuhi Israel, serta membenarkan musuh,” paparnya.
Sementara itu, penerbit Haaretz; Amos Schocken, tak gentar dengan ancaman menteri tersebut karena yang dilaporkan adalah kebenaran.
“Jika pemerintah ingin menutup Haaretz, inilah saatnya membaca Haaretz,” kata penerbit itu di situs webnya, Jumat (24/11/2023).
Laporan fakta oleh surat kabar itu berdasarkan penyelidikan polisi. Hasil penyelidikan menemukan bahwa Hamas justru tidak mengetahui adanya Festival Nova yang diadakan di dekat Gaza pada 7 Oktober, dan helikopter militer Israel-lah yang menembaki para milisi Hamas berserta para pengunjung festival.
sumber: sindonews











