Viral: Aksi Herman Bungkus Istri Bikin Geger Media Sosial

oleh -245 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Jagat media sosial kembali dibuat gaduh dengan unggahan seorang pria bernama Herman Zent di laman Facebook miliknya.

Unggahan Herman Zent sontak bikin geger netizen. Pasalnya, unggahan Herman Zent diketahui menunjukan foto-foto yang dinilai tak lazim.

Pantauan SerangNews.com pada Kamis 17 Juni 2021 di akun Facebook Herman Zent terlihat dirinya mengungah foto seorang wanita yang dibungkus sejumlah warna kain.

Wanita tersebut dibungkus di bagian wajah hingga keseluruhan tubuh. Mirip dengan mumi.

Tampak pada foto-foto tersebut, sang istri dibungkus dari kepala hingga ujung kaki dengan warna kain berbeda-beda.

Mulai dari kain berwarna krem keemasan, putih dan ungu. Wajah istrinya juga ditutup dengan kain hingga seluruh bagian wajah tak terlihat.

Usai dibungkus dengan kain, sepertinya sang istri disuruh berpose oleh Herman Zent untuk diabadikan. Dan foto-foto inilah yang kemudian Herman Zent unggah di media sosialnya dan viral.

Akibat aksi Herman Zent itu banyak netizen yang berkomentar negatif dengan aksinya yang dinilai tak lazim itu.

Namun, seolah menyampaikan pesan. Dalam unggahannya Herman Zent menyebutkan bahwa perempuan yang dibungkus dan difotonya adalah istrinya.

Baca Juga  Ciptakan Disiplin, Pomdam Pattimura Gelar Gaktip Waspada Wira Parang

“Kembali menekankan bahwa yang difoto adalah istri sendiri, jadi tidak ada pihak yang dirugikan. Camkan itu,” tulisnya.

Kini, unggahan Herman Zent tela viral di media sosial salah satunya tampak di akun Instagram @manaberita yang diposting pada Rabu 16 Juni 2021 kemarin.

Aksi tak lazim Herman Zent ini mirip tdengan kasus viral fetish kain jarik yang dilakukan Gilang Bungkus beberapa waktu yang lalu.

Saat itu, Gilang membujuk sejumlah perempuan agar mau dibungkus dari ujung kepala sampai kaki dengan menggunakan kain jarik.

Untuk melakukan aksinya itu, Gilang berpura-pura tengah tengah melakukan penelitian untuk tugas akhir kuliahnya.

Kasus itu mencuat setelah salah seorang korbannya buka suara hingga kemudian viral di media sosial.

Banyak yang kemudian mengaitkan aksi Gilang Bungus itu dengan fetish alias dorongan seksual terhadap benda atau hal tertentu.

Bedanya, berdasarkan unggahannya, Herman Zent menyatakan bahwa perempuan yang dibungkusnya itu adalah istrinya sendiri.

Baca Juga  Baksos pemeriksaan mata, Pieris layani 36.000 warga

Bahkan dari sejumlah foto yang diunggah, terlihat perempuan tersebut menyadari betul bahwa dirinya saat itu diabadikan oleh kamera.

Tidak hanya itu, perempuan yang dibungkus diduga menggunakan kain satin itu juga berpose layaknya foto model.

Dalam profil akun Facebook-nya, Herman Zent menuliskan bahwa dirinya berasal dari Yogyakarta dan kini tinggal di Jakarta.

Ia juga memasang foto profil istrinya yang tengah dibungkus kain satin warna krem.

Sementara wallpaper yang dipasang adalah foto istrinya yang dibungkus kain satin berwarna ungu muda.

Dituliskan juga dalam profilsnya, bahwa Herman Zent ‘pernah belajar’ Zentai.

Sayangnya, porostimur.com yang menelusuri akun Herman Zent sudah tidak lagi ditemukan.

Diduga, akun tersebut sudah ditutup atau dimatikan oleh pemiliknya.

Apa Itu Zentai?

Dikutip dari Oddity Central, Zentai adalah kegiatan orang dari segala umur dan profesi, mengenakan pakaian semacam kostum ketat.

Kostum tersebut menutupi seluruh bagian tubuh dari ujung kepala sampai kaki. Termasuk bagian wajah.

Baca Juga  Personil KBR Gegana Maluku Semprot Cairan Disinfektan di Sejumlah Lokasi

Kain yang digunakan berbahan serat lycra sehingga bisa enam kali melar dari ukuran aslinya.

Oleh para penggemarnya, kegiatan ini diklaim mampu menghilangkan stres dan kepenatan.

Bahkan, para penggemarnya sudah membentuk kelompok atau komunitas.

Tidak jarang, mereka bertemu baik dalam forum daring ataupun langsung.

Saat berkumpul, ada pula yang kemudian sembari beraktivitas di ruang publik untuk sekedar ‘nongkrong’.

Akan tetapi, Zentai di Jepang dimaksudkan sepenuhnya sebagai pelampiasan kejenuhan, stres atau lari dari tekanan.

Zentai juga dilakukan sebagai simbol pemberontakan terhadap tuntutan keluarga atau lingkungan.

Selain itu, kegiatan ini dilakukan semata-mata sebagai hiburan saja.

Namun, ada pula penggemar Zentai yang mengenakan kostum saat berada di rumah atau malam hari.

Sedangkan saat siang hari atau di luar, mereka beraktivitas seperti biasa. 

(red/bs)