Sarbin menambahkan, penyesuaian kuota juga merupakan bentuk ikhtiar menghadirkan keadilan bagi umat Islam yang masih menunggu giliran berhaji.
Jaga Kesehatan dan Kekompakan
Lebih lanjut, Wakil Gubernur mengingatkan para jamaah untuk menjaga kondisi fisik selama berada di Tanah Suci dengan mengikuti anjuran tenaga medis. Ia juga menekankan pentingnya menjaga pelaksanaan ibadah, termasuk ihram, agar tidak mengganggu kesempurnaan haji.
Selain itu, ia berpesan agar seluruh jamaah menjaga kebersamaan dan saling membantu selama menjalani rangkaian ibadah.
“Saya berharap kebersamaan dan kekompakan tetap dijaga sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air,” pesannya.
Kepada petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) dan petugas kloter, Sarbin menegaskan pentingnya pelayanan maksimal bagi jamaah.
“Layani para jamaah dengan sepenuh hati dan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Dua Kloter, Berangkat Bertahap
Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Agama Maluku Utara, Muhammad Zaber Wahib, dalam laporannya menjelaskan bahwa total 764 jamaah terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni kloter 13 sebanyak 380 orang dan kloter 15 sebanyak 377 orang.
Ia merinci sebaran jamaah berasal dari berbagai kabupaten/kota, di antaranya Kota Ternate sebanyak 568 orang, Kota Tidore Kepulauan 114 orang, Halmahera Barat 19 orang, Halmahera Tengah 12 orang, Halmahera Utara 17 orang, Halmahera Timur 9 orang, Halmahera Selatan 2 orang, Kepulauan Sula 16 orang, Pulau Morotai 6 orang, dan Pulau Taliabu 1 orang.










