Warga Antre Berjam-jam, Kelangkaan Mitan di Piru Tuai Kritik Keras dari Pemuda SBB

oleh -238 views
Kelangkaan minyak tanah (mitan) di Kota Piru, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), kembali memantik keresahan warga. Antrean panjang hingga berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar kebutuhan rumah tangga tersebut bahkan disebut berlangsung selama beberapa hari. Foto: Ilustrasi/AI

Porostimur.com, Piru – Kelangkaan minyak tanah (mitan) di Kota Piru, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), kembali memantik keresahan warga. Antrean panjang hingga berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar kebutuhan rumah tangga tersebut bahkan disebut berlangsung selama beberapa hari.

Kondisi ini menuai kritik dari kalangan pemuda yang menilai kelangkaan minyak tanah tidak semestinya terus berulang di ibu kota kabupaten. Pemerintah daerah diminta mengevaluasi secara menyeluruh sistem distribusi dan pengawasan agar kebutuhan masyarakat tidak terganggu.

Seorang pemuda berinisial OA, saat ditemui di Desa Piru, Senin (3/8/2026), menilai kelangkaan tersebut telah membebani masyarakat, terutama rumah tangga dengan kemampuan ekonomi terbatas.

Menurutnya, Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Tenaga Kerja (Disperindagnaker) SBB memiliki tanggung jawab penting dalam memastikan distribusi minyak tanah berjalan sesuai ketentuan dan dapat diterima masyarakat secara merata.

Antrean Panjang, Warga Pulang dengan Tangan Kosong

OA mengatakan kelangkaan minyak tanah berlangsung sekitar lima hari, yakni sejak Kamis (23/7/2026) hingga Senin (27/7/2026).

Baca Juga  5 Fakta tentang Pesona Wanita Leo yang Tak Ada Duanya

Dalam kondisi tersebut, warga disebut harus mengantre selama berjam-jam untuk mendapatkan minyak tanah. Bahkan, sebagian warga yang telah menunggu sejak pagi tidak mendapatkan bagian karena stok di lokasi penjualan telah habis dan mereka diminta kembali pada hari berikutnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.