Porostimur.com, Piru – Potret ketimpangan layanan dasar di pedalaman Maluku kembali terlihat. Seorang ibu hamil asal Desa Ahiolo, Kecamatan Elpaputih, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), terpaksa ditandu oleh warga dan diseberangkan menggunakan rakit bambu untuk mendapatkan pertolongan medis karena desanya belum memiliki akses jalan yang dapat dilalui kendaraan.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (31/7/2026) sekitar pukul 04.00 WIT. Marici Haikutty (40), yang telah memasuki masa persalinan, harus dievakuasi secara manual menuju fasilitas kesehatan terdekat.
Puluhan warga bergotong royong mengangkat Marici menggunakan tandu menyusuri medan yang sulit hingga tiba di Kali Tala. Dari lokasi tersebut, ia kembali dipindahkan ke atas rakit bambu untuk menyeberangi sungai sebelum akhirnya dibawa ke jalan utama agar dapat dijemput kendaraan menuju Puskesmas Elpaputih.
Bertahun-Tahun Hidup dalam Keterisolasian
Bagi warga Desa Ahiolo, peristiwa seperti ini bukanlah hal baru. Ketiadaan akses jalan yang layak membuat masyarakat selama bertahun-tahun harus mengandalkan tenaga manusia setiap kali menghadapi keadaan darurat.
Setiap ada warga yang sakit, ibu hamil yang hendak melahirkan, maupun pasien yang membutuhkan pertolongan medis segera, warga harus bergotong royong menandu pasien melewati medan yang berat dan menyeberangi sungai menggunakan rakit bambu.









