“Jadi Weda Bay Nickel, maksud saya kami memproduksi 42 juta tahun lalu. Jadi jelas kami bisa meminta jumlah yang sama, tetapi ini ada di tangan pemerintah. Jadi kami menghormati keputusan mereka, kami hanya berharap mereka akan memberikan cukup bagi kami untuk mempertahankan operasi,” ujarnya.
Smelter IWIP Berpotensi Kekurangan Pasokan Bijih
Baudelet mengungkapkan kapasitas produksi tambang WBN mencapai sekitar 60 juta ton bijih nikel per tahun. Dengan kapasitas tersebut, perusahaan menyatakan siap kembali memasok hingga 42 juta ton apabila revisi RKAB disetujui.
Ia mengingatkan, apabila tambahan kuota produksi tidak diberikan, kawasan industri Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) berpotensi mengalami kekurangan pasokan bijih nikel hingga sekitar 30 juta ton.
Menurutnya, konsumsi bijih nikel di kawasan IWIP pada 2025 diperkirakan mencapai 120 juta ton. Tahun sebelumnya, WBN memasok sekitar 42 juta ton.
Dengan kuota RKAB 2026 yang hanya sebesar 12 juta ton dan telah habis digunakan, kekurangan pasokan diperkirakan mencapai sekitar 30 juta ton.
“Jika kami tidak mendapatkan perpanjangan, seperti yang saya sampaikan dalam presentasi, konsumsi bijih di area IWIP adalah 120 juta ton. Tahun lalu kami memasok 42 juta ton. Jika kami tidak mendapatkan perpanjangan, maka Anda akan mengalami defisit 30 juta ton dari Weda Bay Nickel,” katanya.









