10 Besar Lomba Cipta Puisi HUT Provinsi Maluku Ke-78

oleh -1 Dilihat

oh, alangkah congkak kapal-
kapal melego sauh

dalam samar fajar orang asing
mengubah dermaga

jadi gelanggang

niato e manisa loto hatuhaha
sesudah itu perang alaka

sihala takabir loto nusa hitu
sesudah itu perang hitu

salawato e manahu lau nusa iha
sesudah itu perang amaiha

pipi korobane na emata lia luhu,
sesudah itu perang huamual

kekasihku, pada kadera kayu
jati yang biasa

kita duduk mendengar berita
harga cengkih dan kopra

atau gesit merebut gagang telepon
tentang siapa di antara kita me-
request lagu lawas 90an

dan karena ihwal itu sepotong
bara meletup dalam dada kita

yang dupa mengepul selembar
lenso seputih hujan disangkal

Baca Juga  KPK Dalami Dugaan 400 Ribu Dolar AS Uang Kuota Haji Mengalir ke Nusron Wahid

semua mantel dan jalanan kota
kita yang terbuat dari sisa arang

tetapi, lekas-lekas kau melarai:

unggun amarah hanya menyisakan
setumpuk abu

sia-sia bukan?

kekasihku, pada kadera kayu
jati yang masih menyimpan
aroma tubuhmu

aku duduk terhenyak di sela-
sela salak anjing dan riuh meriam

saat orang asing mengambil
segala, kita kehilangan seluruh

tapi sebetulnya siapa orang asing
itu? mereka yang datang dari ujung
benua

atau kita yang tercerabut dari ingatan
sejarah dan akar budaya?

tanya penyiar itu untuk terakhir
kalinya

setelah itu monolog padam

dari dalam radio kudengar
bunyi gelang kakimu

dan larik-larik lagu favoritmu,
Donna Donna Joan Baez

No More Posts Available.

No more pages to load.