BPOM Maluku Utara Terapkan Aplikasi SMART POM

oleh -70 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Pengawasan Obat dan Makanan di Indonesia merupakan tugas yang diamanatkan kepada BPOM. Dalam pengawasan Obat dan Makanan full spectrum,  BPOM kian mendapatkan tantangan seiring dengan perkembangan zaman.

Maka tugas pengawasan ini tidak mungkin hanya dilakukan oleh BPOM seorang diri, namun juga oleh stakeholder terkait. Sebagai pelaksaan Instruksi Presiden No. 3 Tahun 2017 tentang Peningkatan Efektivitas Pengawasan Obat dan Makanan, serta Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 41 Tahun 2018 tentang Peningkatan Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan di Daerah, BPOM telah membangun aplikasi SMART POM yang dapat memonitor pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan obat dan makanan di daerah.

Sebagai bukti keseriusan BPOM, Pusat Data dan Informasi mengadakan Sosialisasi Aplikasi SMART POM pada Selasa 29 Oktober 2019 di Ternate kepada Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota wilayah Maluku Utara.

Baca Juga  Andreau Misanta Pribadi Staf Edhy Prabowo Menyerahkan Diri ke KPK!

Pada pembukaan, Kepala Balai POM di Sofifi, Sarinah, menyampaikan bahwa meningkatkan efektivitas pengawasan dapat melalui pemanfaatan teknologi informasi.

BPOM juga melibatkan mitra dari instansi daerah seperti Dinas Kesehatan. Beliau menambahkan bahwa dibutuhkan kesadaran akan peran masing-masing pihak sebagai kunci keberhasilan penerapan aplikasi SMART POM.

Di akhir sambutannya, beliau mengajak perwakilan Dinas Kesehatan setempat yang hadir untuk bergerak bersama dalam pengawasan obat dan makanan, agar Indonesia menjadi negara yang kuat, bebas dari obat dan makanan yang berisiko terhadap kesehatan.

Narasumber dari Direktorat Pengawasan Pangan Olahan Risiko Rendah dan Sedang, Aritia, membawakan materi terkait Peran Pemda dalam Pengawasan Pangan Olahan.

Pada paparannya beliau menyampaikan bahwa BPOM bertugas melakukan pengawasan keamanan pangan, mutu pangan dan gizi pangan untuk pangan olahan, termasuk Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

Baca Juga  Persit Pattimura Selenggarakan Pembelajaran Pertemuan Virtual

Pengawasan industri rumah tangga harus dilakukan secara terpadu hingga ke daerah, sehingga perlu peningkatan pengawasan PIRT oleh Pemda yang membidangi kesehatan.

Beliau juga menambahkan bahwa BPOM telah melakukan inisiasi peningkatkan efektivitas pengawasan obat dan makanan di daerah melalui pengajuan usulan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Bidang Operasional Kesehatan untuk fungsi Pengawasan Obat dan Makanan.

Melalui usulan DAK tahun 2020 ini diharapkan peran serta Pemda untuk mendukung pelaksanaan pengawasaan obat dan makanan semakin meningkat.

Selanjutnya materi terkait Penerapan Aplikasi SMART POM dalam rangka Inpres No.3 Tahun 2017 disampaikan oleh Kepala Subbidang Layanan Data dan Informasi, Arlinda Wibiayu.

Narasumber menyampaikan latar belakang dibangunnya aplikasi SMART POM serta penjelasan singkat terkait aplikasi, yang dilanjutkan dengan simulasi aplikasi SMART POM kepada perwakilan Dinas Kesehatan setempat.

Baca Juga  Outfit Ngantor untuk Hijabers Ini Bikin Kamu Jadi Kece Maksimal

Hasil dari kegiatan ini yaitu penandatanganan komitmen bersama oleh para perwakilan Dinas Kesehatan dan Balai POM di Sofifi untuk memanfaatkan aplikasi SMART POM.

Diharapkan setelah sosialisasi ini terjadi sinergisme pengawasan obat dan makanan di wilayah Maluku Utara, sehingga dihasilkan efisiensi dalam pelaksanaan tugas dan kinerja yang pada akhirnya terlindunginya masyarakat dari obat dan makanan yang berisiko terhadapat kesehatan. (red/adhy)