23 Tahun Mengungsi, Kepulangan Warga Muslim Weduar Diwarnai Deraian Airmata

oleh -283 views

Selain bupati, turut hadir pula pendeta, para tetua adat serta keluarga besar Jemaat GMP Ohoi Weduar.

Saat prosesi kepulangan warga muslim Weduar, baik warga muslim maupun kristen, tak satupun yang sanggup menahan airmata haru dan kebahagiaan.

Bupati Hanubun pun menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat Ohoi Weduar yang kembali bersatu setelah berpisah selama 23 tahun lamanya.

“Meskipun selama ini bertemu namun tidak tinggal bersama seperti beberapa tahun silam, karena ada yang tinggal di Mangon, Faer, Langgur dan Tual, akibat konflik sosial di kala itu,” kata Hanubun.

“Hari ini dengan kembalinya warga muslim Weduar ke kampung halaman, mencerminkan kebersamaan serta ingin mempererat kembali hubangan silaturahmi sesama warga Weduar,” imbuhnya.

Baca Juga  Perkuat Sinergi Penanganan Pertanahan, Kepala Kantah Malteng Kunjungi Kejari

Hanubun menegaskan, dengan kembalinya warga muslim Weduar ini maka secara resmi mereka beralih kependudukan menjadi warga Kabupaten Maluku Tenggara, bukan lagi warga Kota Tual.

“Saya tadi telah menyerahkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang sudah dicetak oleh Kantor Catatan Sipil dan resmi mereka menjadi warga Weduar seperti sedia kala,” terang Hanubun.

“Saya bangga karena kesadaran masyarakat Weduar Kristen yang mau menerima kembali saudara mereka yang Muslim untuk hidup berdampingan seperti dulu lagi,” ujar Hanubun.

No More Posts Available.

No more pages to load.