Porostimur.com – Ambon: Pemberontakan masih tetap terjadi di Tanah Air di tahun 1950, meski Presiden Sukarno telah memproklamasikan Indonesia merdeka pada 1945. Salah satunya, Republik Maluku Selatan (RMS) yang diproklamirkan pada 25 April 1950.
Berkat Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berhasil menghentikan pemberontakan RMS, Ambon akhirnya direbut dari pasukan RMS. Saat itu, TNI masih bernama Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS).
Kompas (2020) menyebut bahwa kesenjangan sosial antara wilayah Indonesia Timur dengan Pulau Jawa mendorong munculnya gerakan untuk memisahkan diri dengan negara Indonesia di wilayah Maluku. Situasi ini lalu direspons oleh Jaksa Agung Negara Indonesia Timur (NIT) Christian Robbert Steven Soumokil dengan mempelopori pembentukan RMS.
Adapun pembentukan RMS sendiri didukung pemerintah Belanda yang ketika itu masih ingin menjajah Indonesia. Johanis Hermanus Manuhutu ditunjuk sebagai Presiden RMS, Albert Wairisal sebagai Perdana Menteri.
Sementara itu, Soumokil sendiri hanya menjabat menteri bersama Gasperz, J Toule, Norimarna, Pattiradjawane, Lokollo, Pieter, A Nanlohy, Pattiradjawane, Manusama, dan Z Pesuwarissa. Pada 3 Mei 1950, Soumokil menggantikan Manuhutu sebagai Presiden RMS.




