Jangan bilang malam ini aku tak merindukanmu
sebab selain Tuhan, ibu, ayah, istri, anak, saudara, lautan, kebun, kamu, dan semua yang menyusuiku
aku tak punya rindu yang lain, aku tak punya cinta yang lain.
2022.
=======
PULANG YANG KITA BAWA PERGI
Pulang yang kembali kita bawa pergi adalah sepi yang tinggal di rumah ibu: di meja makan, di ruang tamu, di gandaria, di difan, di dego-dego, di tungku batu yang harum gonofu dan fofau, yang dipagari kayu yang beberapa patahan ibu cahi dengan saloi dengan jumlah yang foloi.
Kita pergi meninggalkan Mei di bawah hujan, dowotu, dan banjir, yang kita yakini sebagai wao majozira.
Kita pergi dengan dada yang meledak-ledak. Seperti ledakan mata ikan yang ibu goreng di suatu pagi. Seperti ledakan bambu yang ayah belah tanpa janji.
Kita pergi meninggalkan Mei dengan dada yang meledak-ledak. Seperti suara ombak yang memukul perahu ayah di suatu pagi.
Kita pergi dengan perih, dan yang tinggal di rumah ibu, hanya sepi.
Tarakani, 2022.
=======
DARI TIMUR IBU
Dari tepi pantai ini
tak banyak yang ingin kami kenang
tak banyak yang ingin kami pandang
selain mata pagi dan sebuah perahu
mata air dan mata ibu
mata cinta dan mata rindu
mata anak-anak yang ingin tumbuh dengan damai
dengan sabua, babari, dan roriyo
dengan hati yang bersih penuh kasih.










