Sejumlah strategi kunci berikut bisa menjadi membuka pintu memutus rantai kemiskinan struktural yang membelenggu Maluku dalam beberapa dekade terakhir:
- Penguatan Infrastruktur Dasar & Konektivitas Antar-Pulau
Melalui program nasional Maluku Terhubung pembangunan dermaga rakyat, tol laut, dan jembatan udara dipercepat untuk memangkas biaya logistik dan distribusi pangan. - Revolusi SDM Maritim & Pendidikan Vokasi
Pembangunan Balai Latihan Kerja Maritim, Sekolah Tinggi Perikanan, dan program beasiswa vokasi akan fokus menghasilkan tenaga kerja terampil berbasis laut dan pesisir. - Transformasi Ekonomi Biru dan Desa Wisata
Pengembangan desain kawasan ekonomi berbasis laut, seperti budidaya rumput laut, ekowisata bahari, dan industri perikanan terpadu. - Reformasi Tata Kelola Dana Desa dan Pelibatan Komunitas Adat
Pendampingan langsung oleh universitas dan LSM lokal, serta penyusunan “Rencana Pembangunan Berbasis Warga” harus ditingkatkan. - Insentif Investasi dan Dukungan UMKM Digital
Pemerintah harus menyediakan skema insentif pajak dan subsidi logistik bagi investor domestik di sektor perikanan dan pariwisata. Selain itu, perlu dipikirkan pembentukan Bank Daerah Inklusif untuk pembiayaan UMKM.
perlu diingat bahwa, tantangan ke depan tak bisa ditangani hanya oleh pemerintah daerah. Diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, kampus, komunitas adat, dan dunia usaha.
Tanpa perubahan struktural yang mendalam dan kolaborasi lintas sektor, Maluku berisiko tetap menjadi daerah yang “kaya potensi, tapi miskin kenyataan.” (Tim)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel porostimur.com











