Boaz, Bumi Manusia dan Papua Kita

oleh -337 views

[carousel_slide id=’12211′]

Oleh: Asghar Saleh

Saya termasuk pengagum berat Boaz Theofilius Erwin Solossa. Sejak pertama kali Ia tampil sebagai pencetak gol terbanyak dalam PON tahun 2002 dengan sepuluh gol, Boaz mulai jadi incaran Tim Nasional Indonesia. Dalam usia 17 tahun, Peter White membawanya tampil di ajang Piala Tiger. Sangat muda dan langsung jadi pembeda. Ponakan mantan Gubernur Papua, Jaap Solossa ini seterusnya bermain untuk Tim Nasional Indonesia sejak 2004 hingga tahun lalu. Total 48 caps dengan 14 gol. Salah satu golnya yang paling saya ingat adalah saat melawan Uruguay di GBK Senayan. Meski Timnas akhirnya takluk lewat hattrick Edison Cavani dan gol Luis Suarez, gol Boaz jelas menunjukan kelasnya sebagai salah satu striker komplit dan paling mematikan yang dimiliki Indonesia.

Baca Juga  Belanja Perjalanan Dinas DPRD Malut Tembus Rp46,3 Miliar, Serapan Awal Tahun Disorot

Di level klub, laki laki Papua kelahiran 16 Maret 1986 ini adalah legenda hidup Persipura Jayapura. Tak terhitung gelar liga dan piala lainnya yang Ia persembahkan untuk Persipura. Belum lagi pencetak gol terbanyak hingga pemain terbaik. Boaz adalah panutan. Cintanya pada Persipura berbanding lurus dengan cintanya pada Indonesia. Tak pernah ada ragu. Di salah satu tweetnya Ia menulis, jika dirinya pernah cedera patah kaki sebanyak dua kali. Semuanya saat membela Timnas Indonesia. Tweet itu jadi pengingat bahwa nasionalismenya tanpa keluhan dan basa basi.