Porostimur.com, Jakarta – Gelombang demonstrasi mahasiswa yang kembali terjadi di berbagai daerah belakangan ini dinilai mulai menghidupkan kembali semangat gerakan Reformasi 1998. Meski demikian, sejumlah pengamat menegaskan bahwa kondisi saat ini tidak sepenuhnya identik dengan situasi yang melatarbelakangi runtuhnya Orde Baru.
Pengamat politik Hendri Satrio menilai, ada unsur nostalgia gerakan yang ikut memicu mahasiswa kembali turun ke jalan. Sejumlah indikator sosial dan ekonomi disebut-sebut mengingatkan pada kondisi menjelang Reformasi, meski konteks zaman telah berubah.
“Saya melihat ada semangat nostalgia dalam pergerakan mahasiswa saat ini karena sejumlah indikator dianggap mengingatkan pada situasi 1998, meskipun jika dicermati terdapat banyak perbedaan,” ujar Hendri saat diwawancarai, Sabtu (16/6/2026).
Ia menambahkan, setelah hampir setahun tidak terlihat aksi mahasiswa dalam skala besar, berbagai persoalan seperti kenaikan biaya hidup dan kasus-kasus korupsi yang menyita perhatian publik menjadi pemicu utama munculnya kembali gerakan tersebut.
Tuntutan Dinilai Relevan dengan Kondisi Masyarakat
Menurut Hendri, aksi yang dilakukan mahasiswa saat ini masih berada dalam koridor yang wajar dan dapat dipahami, karena berangkat dari keresahan yang juga dirasakan oleh masyarakat luas.









