Daniel Dhakidae: Wakil Sebuah Generasi Intelektual

oleh -433 views

Oleh: Made Supriatma, Peneliti dan jurnalis lepas. Saat ini bekerja sebagai visiting research dellow pada ISEAS-Yusof Ishak Institute, Singapore

Seingat saya, itu pertama dan terakhir saya berkunjung ke gedung itu. Saya hendak menemui seseorang di bagian Litbang. Dia adalah Daniel Dhakidae.

Kami sudah janjian. Jadi saya tidak kesulitan memasuki gedung megah yang dijaga ketat oleh Satpam itu. Saya menemui dia untuk meminta rekomendasi untuk belajar ke Cornell.

Kami pernah bertemu beberapa kali sebelumnya di Jogja. Kebetulan dia adalah salah seorang pendiri DIAN/Interfidei, sebuah lembaga dialog antar-agama. Lembaga ini sering mengadakan diskusi. Pada jamannya, Dian/Interfidei termasuk lembaga diskusi paling serius di Jogja.

Para intelektual — atau siapa saja yang ingin diaku sebagai intelek – menyempatkan diri hadir dalam diskusi-diskusi di lembaga ini. Para pendirinya adalah intelektual papan atas Indonesia.

Baca Juga  Matinya Altruisme?

Bang Daniel, begitu saya menyebutnya, tidak keberatan untuk menulis surat rekomendasi untuk saya. Seperti biasa, wajahnya ceria, diiringi gelak tawanya yang khas. Lagu bahasa Indonesianya dengan logat Flores kental itu sangat saya sukai. Saya hapal betul dengan gaya bicara orang Flores karena pergaulan saya sejak kecil dengan orang-orang Flores.

No More Posts Available.

No more pages to load.