Akses Publik Dibatasi, Aksi Solidaritas 11 Warga Maba Sangaji Memanas di Depan Rutan Soasiu

oleh -306 views

Porostimur.com, Tidore – Sorak solidaritas menggema di halaman Rutan Soasiu, Rabu (6/8/2025), saat puluhan aktivis lingkungan dan pemerhati masyarakat adat memadati lokasi.

Mereka datang sebagai bentuk dukungan terhadap 11 warga Maba Sangaji yang tengah menjalani sidang pembacaan dakwaan secara virtual dari dalam rutan. Tapi yang mereka temukan justru tembok penghalang antara keadilan dan keterbukaan.

Sejak pagi, massa aksi membentangkan baliho bertuliskan “Bebaskan 11 Tahanan Politik, Maba Sangaji Melawan”, “Cabut IUP PT. Position”, dan “Melindungi Hutan dan Ruang Hidup Bukan Kriminal”.

Isinya jelas: menolak kriminalisasi atas perjuangan warga adat mempertahankan tanah leluhur mereka dari operasi tambang PT. Position.

Akses Publik Dibatasi, Sidang Dipindah Diam-Diam

Keputusan Pengadilan untuk memindahkan lokasi sidang dari ruang sidang terbuka di PN Soasiu ke dalam area Rutan Soasiu dinilai sebagai langkah mundur. Banyak pihak menilai, ini bukan hanya menghalangi keterbukaan, tapi juga membatasi partisipasi publik dan keluarga para terdakwa.

Baca Juga  6 Tanda Kamu Lebih Baik Jomblo daripada Pacaran, Fokus ke Diri Sendiri

“Akses rutan ketat karena SOP, keluarga dan publik jadi sulit masuk. Sidang seharusnya digelar di PN agar transparan,” ujar salah seorang aktivis yang ikut aksi di halaman rutan.

Pantauan narasitimur.id, suasana sempat memanas ketika salah satu aktivis beradu argumen dengan petugas rutan karena tidak diizinkan masuk untuk menyaksikan jalannya sidang.

No More Posts Available.

No more pages to load.