Sementara itu, Kordinator Lapangan (Korlap) Reni Hamit dalam orasinya menyampaikan, Meskipun faktor kekerasan terhadap perempuan sering di kaitkan dengan hubungan yang tidak Harminis, kecemburuan dan perselingkuhan tetapi karnya tidak terlepas dari dua hal mendasar yakni, faktor ekonomi dan relasi yang bersifat pariarki.”tegas Reni
Reni yang juga ketua Api Kertini Halsel itu menjelaskan dalam orasinya, “Seiring dengan situasi ekonomi yang memburuk, kekerasan perempuan tidak meredah seperti di tahun 2016.
“seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa, pada tahun 2016 yang di catat Komnas Perempuan (KP), jumlah kasus kekerasan perempuan mencapai 259.160 kasus, Dari jumlah tersebut, sebanyak 75% kasus kekerasan perempuan yang terjadi dalam ranah rumah tangga dan ranah personal. Dari jumlah itu, kekerasan terhadap istri mencapai 58 persen, disusul kekerasan dalam pacaran mencapai 21 persen, dan kekerasan terhadap anak perempuan mencapai 18 persen,”jelasnya
Selain itu Beatrich Nara dalam orasinya menambahkan, Situasi ekonomi yang sulit seperti kemiskinan, kenaikan harga kebutuhan dasar dan relasi keluarga yang bersifat patriarkal samgat berjasah dalam memicu kekerasan dalam Rumah Tangga,”cetus Beatrich




