Cerpen Karya: Arunika Wardani
MALAM semakin larut ketika aku membuka jendela kamar, diluar suasana sepi bahkan terasa sedikit menakutkan. Aku berdiri di depan jendela, menatap para bintang yang terlihat jelas di langit pedesaan. Aku berpikir, kapan terakhir kali aku menatap bintang dan bulan seperti in? Rasanya itu sudah lama sekali, mungkin aku terlalu sibuk bekerja sampai melupakan para bintang yang kadang kala menjadi obat lelah, dan lagi di kota jarang bintang terlihat seperti disini.
Aku senang ketika pulang ke rumah seperti ini, rasanya aku bisa kembali ke saat dimana yang kupusingkan hanyalah tugas sekolah saja. Semuanya terlalu cepat berlalu, rasanya seperti baru kemarin aku berpusing ria karena kesulitan mengerjakan kalkulus. Sekarang pun aku masih sama frustasinya, bukan lagi karena matematika, namun karena masalah lain yang lebih rumit dari sekadar mencari x.
Pohon mangga depan rumah yang dulu sering aku panjat sekarang sudah tak ada, ditebang karena takut roboh menimpa rumah, padahal mangganya manis sekali. Ketidak beradaan pohon mangga hanyalah salah satu diantara banyak perubahan yang terjadi beberapa tahun terakhir. Entah karena waktu yamg terus berjalan, atau karena memang sudah seharusnya berubah, semua hal akan menjadi asing pada waktunya, termasuk diri sendiri. Entah apa yang aku lakukan sampai mampu mengubah diri sendiri sedemikian rupa. Aku bukan lagi anak SMA yang gendut seperti dulu, aku juga bukan lagi seseorang yang berharap menjadi putri yang dicintai pangeran dari negeri dongeng. Aku yang sekarang adalah orang yang mencintai diri sendiri lebih dari siapapun.









