Apalagi sedang tumbuh mitos bahwa tanpa oligarki, ekonomi bangsa akan runtuh, yang menyengsarakan rakyat. Anies membuktikan sebaliknya dan ini yang membuat oligarki ketakutan.
Mereka mulai menebarkan propaganda dengan narasi palsu bahwa Anies berbahaya bagi bangsa karena dia manusia “aneh”. Segala citra buruk pun ditimpakan pada tokoh ini yang membuat malaikat menangis.
Tapi kita sebagai bangsa akan lebih menderita kalau tokoh “aneh” ini tersingkir dari panggung politik sebagai hasil konspirasi kekuatan-kekuatan jahat.
Hal ini bisa saja terjadi bilamana keinginan parpol mencapreskannya tidak diridhai oligarki ekonomi.
Namun, bila kita percaya pada pameo “vox populi vox dei” (suara rakyat adalah suara tuhan) di mana suara dukungan kepada orang “aneh” bernama Anies Rasyid Baswedan semakin membesar parpol-parpol akan dipaksa melirik tokoh bersahaja ini berdasarkan hitung-hitungan pragmatis dan keuntungan politik-ekonomi.
Toh, seandainya ia dicapreskan, peluang menangnya sangat besar. Rakyat menaruh harapan besar kepadanya untuk mengubah status quo yang tidak adil dan menyengsarakan rakyat menjadi negeri kerakyatan yang menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi semua.
Mereka percaya Anies bisa karena, walaupun sejumlah parpol mengusungnya dalam pilgub 2017, ia tidak memberikan konsesi atau kompensasi apa pun kepada parpol pendukungnya setelah menjadi gubernur.










