Biden sangat dekat dengan Israel, bahkan menyebut dirinya seorang Zionis. Dia telah memberikan dukungan emosional kepada rakyat Israel serta semua bantuan militer dan diplomatik yang dibutuhkan negara mereka sejak 7 Oktober tahun lalu.
Dia menginginkan para sandera dibebaskan dan kekuatan militer Hamas dihancurkan. Namun Biden ingin Israel melakukan hal tersebut, seperti yang dia katakan, “dengan cara yang benar”.
Pada minggu-minggu pertama perang yang menghancurkan itu, Presiden Biden memperingatkan Israel agar tidak dibutakan oleh kemarahan, seperti yang dilakukan Amerika setelah serangan al-Qaeda pada 11 September 2001.
Presiden AS tersebut melakukan perjalanan ke Israel, menghibur keluarga korban serangan Hamas, dan bahkan memeluk Netanyahu sosok yang relasinya tidak pernah mudah.
Menghormati Hukum Kemanusiaan Internasional

Menurut Israel, AS telah mencederai upaya perang dan upaya membebaskan para tawanan yang disandera Hamas pada 7 Oktober 2023 lalu. (Getty Images)
Presiden Biden dan Menteri Luar Negerinya, Antony Blinken, yang mengunjungi Israel enam kali sejak 7 Oktober, telah berulang kali meminta Israel untuk menghormati hukum kemanusiaan internasional, yang mencakup kewajiban melindungi warga sipil.
Pada awal perang, ketika AS sedang menyiapkan peringatan pertama, Perdana Menteri Netanyahu menjanjikan kepada rakyat Israel apa yang disebutnya sebagai “balas dendam yang besar”.









