Menurut Imam at-Thibi, doa di atas dijuluki Sayyidul Istighfar karena mencakup makna taubat secara keseluruhan. Ibnu Abi Jamrah berkata, “Di dalam doa ini terdapat, pengakuan uluhiyah (tauhid) kepada Allah semata, pengakuan bahwa Dia adalah al-Khaliq (pencipta), pengakuan perjanjian dan pengharapan janji, berlindung dari pelanggaran seorang hamba kepada dirinya, menyandarkan semua nikmat kepada pembuatnya dan menyandarkan dosa pada dirinya.”
Muhammad bin Allan As-Siddiqy menambahkan bahwa istighfar bagaimanapun adalah doa yang akan dikabulkan jika terlebih dahulu telah terpenuhi tiga persyaratan, yaitu niat yang shahih, tawajjuh dan beradab. Jika persyaratan ini belum terpenuhi, maka doa tersebut belum bisa dikatakan sayyidul istighfar.
Waktu yang Dianjurkan Membaca Sayyidul Istighfar
Para ulama menjelaskan bahwa Sayyidul Istighfar sangat dianjurkan dibaca pada dua waktu utama:
Pagi Hari
Dibaca setelah salat Subuh atau saat memasuki waktu pagi sebagai bagian dari dzikir pagi.
Petang atau Malam Hari
Dibaca setelah salat Asar, Maghrib, atau sebelum tidur sebagai bagian dari dzikir petang.
Meski demikian, doa ini juga boleh dibaca kapan saja ketika seseorang ingin memohon ampunan kepada Allah SWT.
sumber: detikhikmah









