Badai Serbia Jangan ke Sini

oleh -263 views
Smith Alhadar

Presiden Vucic merespons demonstrasi, di antaranya, menaikkan subsidi bagi perguruan tinggi. Presiden merespons dengan kebijakan populis seperti tiket murah menjelang dan sesudah lebaran dan mempercepat pengangkatan CPNS. Tapi UU No I tentang Efisiensi Anggaran memangkas anggaran di semua jenjang  pendidikan yang berdampak pada kenaikan uang kuliah dan kualitas Pendidikan.

Yang tidak simpatik adalah tuduhan Vucic bahwa rangkaian unjuk rasa dimanfaatkan oposisi dan kelompok asing. Ia menuding tak kurang dari 3,1 miliar dollar AS mengalir ke berbagai kelompok penentang dan penolak pemerintah. Dana itu dikatakan digunakan untuk menggulingkan dirinya, menghancurkan dasar-sadar kebebasan di Serbia dan bersedia jadi boneka asing.

Tuduhan Vucic mirip dengan tuduhan Prabowo dengan sasaran yang berbeda. Dalam salah satu video, Prabowo mengatakan bahwa ada media di Indonesia yang kritis terhadap pemerintahannya didanai pihak asing. Mungkin yang dituding adalah Tempo. Di video yang lain, terdengar narasi yang disampaikan seseorang dengan suara yang tegas dan kalimat yang terstruktur tentang adanya pihak asing yang ingin memecah-belah Indonesia.

Baca Juga  Empat Tim Lolos Semifinal Liga Champions 2025/2026, Ini Jadwal Lengkapnya

Lalu, beberapa hari lalu, Prabowo mengundang seluruh rektor universitas negeri dan beberapa rektor universitas swasta buka puasa bersama. Pada kesempatan itu, beliau mengatakan membuka diri untuk dikritik para akademisi, tapi harus berbasis data. Kendati kritik harus bisa dipertanggungjawabkan, frasa “harus berbasis data” berbau intimidatif. Karena eksistensi dan survival rektor bergantung pada dukungan pemerintah, pernyataan Prabowo bisa juga diinterpretasikan sebagai peringatan agar rektor  mengendalikan mahasiswa.

No More Posts Available.

No more pages to load.