Raji mengatakan, Osprey V akan menyuarakan rasa sakit yang selama ini dirasakan. Hal itu tercermin salah satunya lewat lagu “Home”.
Vokalis Raji El-Jaru, seorang akuntan dan sepupunya Moamin El-Jaru, adalah motor di belakang pembentukan band. Dia menyebutnya sebagai realisasi mimpi masa kecil.
Pada sesi latihan, Raji El-Jaru mengatakan bahwa Osprey V bernyanyi dalam bahasa Inggris agar semua orang akan mengerti lagunya. Dengan begitu, semua orang akan tersentuh oleh pesannya, yang dia gambarkan sebagai jeritan kemarahan terhadap ketidakadilan.
Bagi Moamin El-Jaru, judul lagu “Home” tersebut memiliki makna yang pedih bagi warga Palestina. Sebagian besar dari rakyat Palestina telantar akibat ulah Israel.
“Ketika saya bernyanyi tentang rumah, saya menyanyikan (tentang) rumah untuk orang Palestina dan semua orang dalam situasi sulit yang tidak bisa merasa (di) rumah,” ujar Moamin.
Berbicara dari Swiss, drummer Thomas Kocherhans mengatakan, dirinya bergabung dengan band tiga tahun lalu saat melakukan pekerjaan kemanusiaan di Gaza. Ia mengaku takjub dengan band tersebut ketika pertama kali mendengar musiknya.
“Ketika saya mendengar mereka untuk pertama kalinya, saya benar-benar terkejut, tetapi dalam arti yang sangat baik. Saya tidak pernah berpikir musik berkualitas seperti itu akan ada di Gaza,” kata Kocherhans, yang harus meninggalkan Gaza setelah misinya berakhir pada awal tahun ini.
Meskipun kurangnya minat pada musik Barat di Gaza yang konservatif, band yang dinamai sesuai nama burung pemangsa itu memiliki harapan besar untuk sukses.








