“Pembangunan di wilayah kepulauan harus memastikan tidak ada kelompok yang tertinggal. Di situlah pentingnya kebijakan yang inklusif,” tegasnya.
Diskusi yang berlangsung menunjukkan tingginya antusiasme mahasiswa. Berbagai isu strategis mengemuka, mulai dari efektivitas program pengentasan kemiskinan, tantangan desentralisasi, hingga peran generasi muda dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih responsif.
Melalui kegiatan ini, FISIP Universitas Pattimura tidak hanya memperkaya wawasan akademik mahasiswa, tetapi juga berkontribusi dalam mendorong lahirnya gagasan kebijakan yang lebih adaptif, inklusif, dan berkeadilan bagi masa depan Maluku sebagai provinsi kepulauan.
(Richard Solissa)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com









