Bila Masih Ada Waktu

oleh -13 Dilihat

Menikah? meskipun aku sangat mengenal calon suamiku dan keluarganya namun ikatan pernikahan sungguh jauh diluar pemikiranku, apalagi aku dan mas Ifan sama sekali tidak pernah punya kedekatan sebelumnya, apa bisa aku menjalani biduk rumah tanggan dengannya nanti, pernikahan adalah perjanjian yang berat, bukan perkara main main.

Masyaallah, hatiku gundah memikirkannya aku sungguh tidak yakin dengan rencana pernikahan ini, namun ada kebahagiaan Ibu dan Bapak yang selalu ingin aku lihat setiap waktu.

Aku minta waktu untuk memikirkannya, aku butuh bercerita panjang lebar dengan Rabb ku untuk memohon keputusan terbaikNya.
Hingga akhirnya akupun menyetujuinya, aku akan menerima pinangan dari keluarga mas Ifan, betapa aku melihat binar kebahagiaan di mata kedua orangtuaku saat aku sampaikan jawabanku ini.

Baca Juga  Sejumlah Pimpinan OPD Tak Hadiri Salat Istisqa, Wali Kota Tual Tegur Pejabat Pemkot

November 2007
Sebuah motor yang tidak asing sudah terparkir di pekarangan rumah saat langkah kakiku memasuki halaman, aku sangat hafal motor ini sampai ke detil terkecilnya, seketika jantungku berdegup dengan sangat kencang, mas Arif..

“Assalamualaikum” aku memasuki rumah dengan langkah gontai
“Waalaikumsalam” mereka menjawab salamku bersamaan
Benar saja sosok itu tengah duduk di ruang tamu ditemani Ibu dan Bapak.
“Nak Arif, Bapak tinggal dulu ya, silakan dilanjutkan ngobrolnya sama Ulfa”
“Iya Pak” Mas Arif mengangguk pelan
Ibu sempat mengedipkan mata memberi isyarat padaku sebelum beranjak pergi, aku paham, aku sudah dikhitbah.

No More Posts Available.

No more pages to load.