Setelah mengambil keputusan ini, ia lari menemui ibunya dan mengakui:
“Mama, baru saja aku membunuh seorang pria, kutodongkan pistol ke kepalanya, kutarik pelatuk, sekarang dia mati. Kubuang hidupku begitu saja. Jika aku tidak kembali besok, teruskanlah hidup seakan semuanya tak berarti…”
Laki-laki yang ia bunuh secara simbolis itu adalah Freddie Mercury, dirinya sendiri.
Jika ia tidak memenuhi janjinya kepada iblis, ia akan mati seketika. Ia berpamitan kepada orang-orang terdekatnya. Dan ibunya menangis—tangisan putus asa yang bergema melalui ratapan gitar Brian May. Dalam ketakutan, Freddie berteriak:
“Mama, aku tak ingin mati!”
Lalu, bagian opera pun dimulai.
Pada titik ini, Freddie masuk ke dimensi astral dan melihat dirinya sendiri:
“Aku melihat bayangan kecil seorang pria (a little silhouetto of a man).”
Kemudian muncul bait:
“Scaramouche, Scaramouche, maukah kau menari Fandango?”
Scaramouche merujuk pada pertarungan kecil, mungkin mengacu pada Empat Penunggang Kuda dalam Kitab Wahyu (Bibel) yang mewakili kejahatan, bertarung melawan kekuatan kebaikan demi jiwanya. Ia melanjutkan:
“Guntur dan kilat, sangat menakutkan aku.”
Frasa ini muncul dalam Kitab Ayub 37, yang berbunyi:
“Guntur dan kilat menakutkanku; jantungku berdebar di dadaku.”








