Bupati Malra Imbau Diaspora Tak Perkeruh Suasana: “Kalau Tidak Tahu, Jangan Komentar”

oleh -215 views
Bupati Maluku Tenggara,Muhamad Thaher Hanubun. Foto: Rikhard

Porostimur.com, Langgur Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun, mengimbau masyarakat Maluku Tenggara yang tinggal di luar daerah agar lebih bijak dan arif dalam menyikapi berbagai dinamika sosial yang terjadi di kampung halaman. Pesan ini disampaikan menyusul maraknya komentar di media sosial dari pihak-pihak yang dinilai tidak memahami secara utuh situasi di daerah.

“Kalau tidak mengerti, tidak tahu tentang masalah yang terjadi di Maluku Tenggara, saya mohon untuk tidak memberikan komentar,” ujar Thaher Hanubun saat memberikan keterangan di Langgur, Senin (7/7/2025).

Menurutnya, derasnya arus informasi di media sosial sering kali memicu distorsi narasi dan menyulut ketegangan, terutama ketika opini yang dibentuk tidak didasarkan pada fakta lapangan atau konteks budaya lokal.

“Banyak orang di luar sana yang tidak tahu persis keadaan Maluku Tenggara, tetapi mereka seakan-akan lebih tahu dan memberikan komentar. Ini yang harus kita waspadai,” tambahnya.

Bupati menegaskan bahwa menjaga suasana damai dan kondusif jauh lebih penting daripada mengejar atensi di dunia maya. Ia mengajak semua pihak, termasuk diaspora Maluku Tenggara di luar daerah—baik di Ambon, Makassar, Jakarta, Papua, hingga luar negeri—untuk ikut menjaga nama baik daerah melalui narasi yang membangun dan menyejukkan.

“Tolong berikan pesan-pesan yang sejuk, kondusif, dan damai kepada masyarakat. Itu lebih penting daripada menyebarkan opini yang belum tentu benar,” tegasnya.

Dalam menyikapi persoalan sosial yang terjadi, Hanubun menekankan pentingnya kembali pada nilai-nilai budaya Kei, terutama semangat tanem—tradisi lokal untuk bertemu dan berdialog sebagai jalan menyelesaikan masalah tanpa kekerasan.

“Kita punya budaya tanem dan ketemu untuk berdialog, bukan untuk bertikai. Ini adalah warisan budaya yang harus terus kita jaga,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kecenderungan sebagian masyarakat yang menggunakan media sosial secara serampangan, menjadikannya ruang ekspresi tanpa memperhatikan dampak terhadap stabilitas sosial dan psikologis masyarakat yang terdampak langsung.

No More Posts Available.

No more pages to load.