Cahaya dan Bayangan

oleh -847 views

Aku membuat perempuan menangis lagi. Ini kedua kalinya aku membuat Momoi-san menangis. Maaf Momoi-san, aku tidak dapat mengendalikan emosiku sendiri.

“Hft. Aku sudah tidak tahan lagi. Tetsu! Kau boleh galau! Tapi cepatlah bangkit dan memutuskan pilihanmu. Ja!” walaupun begitu, Aomine meninggalkan pesan dan tatapan yang berbeda dari biasanya pada Kuroko. Tatapan itu… Seakan-akan mengajak Kuroko untuk menjadi bayangannya Aomine lagi.

“Siapa, ya?”
“…”
“Aomine-kun?”
“Soalnya belakangan ini ada kabar soal penampakan hantu di gedung olahraga. Jadinya kukira hantu betulan yang muncul,”
“Aku hanya sedang latihan tambahan,”
“Hebat juga kau. Bahkan anggota divisi pertama jarang ada yang mau latihan tambahan. Baiklah, sudah kuputuskan. Mulai hari ini, aku akan berlatih denganmu di sini setiap hari. Jadi suatu saat nanti, ayo berlatih di lapangan yang sama!”
“Apakah tidak merepotkan?”
“Bodoh! Ini bukan masalah merepotkan atau tidak. Kalau kau suka basket, mana mungkin aku merasa direpotkan,”

Percakapan pertamaku bersama Aomine-kun. Itu sangat berarti bagiku. Tos tinju pertamaku bersama Aomine-kun. Latihan bersama Aomine-kun yang menyebalkan, ia juga yang menyebabkan aku bertahan di divisi pertama. Walaupun sifatnya yang egois itu timbul, sebenarnya apakah dia masih memedulikan ku?

No More Posts Available.

No more pages to load.