Dari Mulyono ke Mulyadi: Negeri yang Memilih Popularitas

oleh -21 Dilihat

Padahal negara bukan panggung popularitas. Indonesia terlalu besar untuk dipimpin hanya dengan modal keterkenalan.

Dan jika kelak “dari Mulyono ke Mulyadi” benar-benar menjadi kenyataan, pertanyaan yang lebih penting bukanlah siapa Mulyono dan siapa Mulyadi. Pertanyaannya adalah: apakah kita sedang memilih seorang pemimpin, atau sekadar mengulang cara yang sama dalam memilih pemimpin? (**)

Baca Juga  Trump Unggah Deepfake AI Serang Pulau Kharg, Pentagon Jadi Repot

No More Posts Available.

No more pages to load.