Dharma Wanita Persatuan Pulau Morotai Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Pola Asuh Anak

oleh -37 views
Link Banner

[carousel_slide id=’12211′]

porostimur.com | Morotai: Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Pulau Morotai, Rabu (21/8), melaksanakan Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Pola Asuh Anak di Aula SMA Negeri 1 Pulau Morotai.

Darma Wanita Persatuan merupakan wadah organisasi istri ASN, yang program kegiatannya meliputi tiga bidang diantaranya Bidang Pendidikan, Ekonomi dan Sosial budaya.

Salah satu kegiatan di bidang pendidikan adalah sosialisasi Narkoba dan Pola Asuh Anak yang dilaksanakan Rabu (21/8) kemarin.

Link Banner

Hadiri dalam kegiatan tersebut, Muhammad M Kharie, Sekda Pulau Morotai, Nursita Manan, mewakili Ketua Darma Wanita Persatuan (DWP) Pulau Morotai dan para ibu anggota Darma Wanita Persatuan Pulau Morotai.

Nurlela Balubun (Kasi Brantas BNNK Pulau Morotai sebagai pemateri Narkoba, dan Fahima Abdulah sebagai pemateri Pola Asuh Anak.

Baca Juga  IKBKS Minta Hendrata Thes Tak Manfaatkan Corona untuk Kepentingan Politik

Kegiatan Sosialisasi ini, diikuti oleh lebih kurang 100 orang sis was SMA Negeri 1 Pulau Morotai.

Acara diawali dengan pembukaan di lanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Darma Wanita serta laporan Ketua Panitia.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pulau Morotai, Muhammad M Kharie dalam sambutannya mengatakan, penggunaan narkoba oleh anak-anak muda tidak terlepas dari pola pengasuhan yang salah oleh orang tua, kurang pengawasan dan lain sebagainya.

Oleh sebab itu Sekda berharap, Dharma Wanita Persatuan melalui program bidang pendidikan perlu melakukan kegiatan sosialisasi “Narkoba dan Pola Asuh Anak ” sehingga sebagai orang tua bisa mendidik anak dengan baik agar terhindar dari obat-obat terlarang.

Baca Juga  Pilbup, Mahkamah Konstotusi terima putusan KPU Malra

Sekda Pulau Morotai menyampaikan bahwa anak merupakan modal dan investasi sumber daya manusia masa yang akan datang, sekaligus sebagai generasi penerus bangsa,oleh sebab itu sebagai orang tua dalam mendidik anak perlu pola pengasuhan anak yang baik dan benar sehingga anak bisa tumbuh dan berkembang menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas dan mempunyai etika yang baik.

Ia juga menekankan pada siswa siswi akan bahaya menghirup lem terkait masalah yang terjadi beberapa hari lalu yakni merusak sistem saraf.

“Sebagai orang tua kita dapat meningkatkan sumber daya manusia hanya dapat diciptakan melalui pendidikan,pendidikan itu berlaku sepanjang hayat. pendidikan itu kapan dan dimana saja”, ujar Muhammad Kharie

Baca Juga  BPOM Ambon Gelar Jejaring Laboratorium Mikrobiologi Dengan Awak Media

“Pendidikan itu terdiri dari tiga aspek yaitu pendidikan formal (sekolah), non formal yang ada di masyarakat dan informal yang ada di keluarga, dari ketiga aspek ini anak itu lebih banyak berada di yang ke tiga yaitu pendidikan dalam keluarga,” sambungnya.

Ia berharap, kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan terus dan tidak hanya sekali.

“Bila perlu di tingkat lebih besar lagi karena kegiatan ini sangat bermanfaat dalam rangka pembinaan generasi muda khususnya dan pemahaman dalam rumah tangga tentang pola asuh anak pada umum nya,” pungkas Muhammad Kharie. (vonny)