Meski demikian, polemik belum juga mereda. Publik kini mulai menggeser fokus dari sekadar besaran angka ke aspek transparansi. Rincian mengenai jumlah setelan pakaian, jenis bahan, hingga harga satuan masing-masing item belum sepenuhnya terbuka.
Ketiadaan detail ini memperkuat kesan bahwa pengelolaan anggaran masih berada di ruang yang belum sepenuhnya terang.
Di tengah dorongan efisiensi yang digaungkan hingga ke daerah, deretan anggaran ini menjadi semacam cermin—memantulkan kembali pertanyaan lama tentang wajah birokrasi: apakah ia benar-benar bergerak untuk kepentingan publik, atau masih terjebak dalam simbol-simbol kekuasaan yang mahal harganya.
(Tim)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com









