Di Ternate, Sopir Angkot Nodai Bocah SMP

oleh -61 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di Kota Ternate, Maluku Utara.

Kali ini dialami oleh korban berinisial T (14 tahun), salah seorang pelajar SMP kelas VIII.

Kapolsek Ternate Utara, IPTU Joni Aryanto mengungkapkan, korban disetubuhi dan disekap oleh tersangka berinisial JB (31 tahun) yang berprofesi sebagai sopir angkutan kota (angkot) di kamar indekos di Kelurahan Tafure, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate.

Ibu korban berinisial N, selaku pelapor menyatakan kepada polisi bahwa tepatnya pada Kamis (29/7) sekitar pukul 19.00 WIT, korban terakhir kali diketahui sedang membeli bakso di Kelurahan Gamalama, Ternate Tengah.

Berdasarkan keterangan korban kepada ibunya, saat membeli bakso, dirinya diajak tersangka menumpangi angkot untuk jalan-jalan dan pergi ke indekos tersangka.

Baca Juga  5 Jenis Masker Kain yang Nyaman dan Fashionable

Sesampainya di kamar indekosnya, tersangka membujuk korban agar menemaninya bekerja. Alhasil, remaja itu lalu diperkosa.

Kepada korban, tersangka sempat mengancam agar tidak melawan, dan lebih baik menuruti keinginan tersangka.

Sekitar pukul 23.30 WIT, setelah melancarkan aksi bejatnya itu tersangka lalu menyekap korban di dalam kamar indekosnya dengan mengunci pintu kamar dari luar.

Semalaman disekap, korban baru diketahui keberadaannya oleh pihak keluarga setelah mendapat informasi dari warga sekitar indekos yang kebetulan mengenal korban.

“Akibat kejadian tersebut si korban kemudian setelah kembali ke rumah melaporkan ke orang tuanya, dan orang tua melaporkan ke Polsek Ternate Utara. Setelah itu kita turun ke TKP, kemudian mengamankan pelaku malam itu juga,” terang IPTU Joni Aryanto, Kapolsek Ternate Utara,

Baca Juga  Top! Ronaldo Pemain Pertama dengan 100 Gol di 3 Liga Berbeda

Menurut Joni, tersangka adalah residivis dalam kasus pencabulan anak pada tahun 2018 dengan putusan pidana 6 tahun penjara.

“Jadi ini beliau melakukan pidana berulang lagi,” imbuhnya, seperti dilansir dari tandaseru.com.

Orang nomor satu di Polsek Ternate Utara ini menegaskan, kasus pidana ini akan terus diproses. Dimana tersangka dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Sementara ditahan di sini, ancaman persetubuhan anak di bawah umur dengan ancaman 5 sampai 15 tahun penjara atau denda Rp 5 miliar,” tegasnya.

Dalam penanganan kasus tersebut sudah dua orang saksi yang diperiksa. Di antaranya korban dan orang tuanya.

Baca Juga  Kepolisian Berhasil Mengamankan Barang Bukti Kasus Penipuan YAB

(red/tsc)

No More Posts Available.

No more pages to load.