Dalam istilah lain, manusia yang memiliki tujuan yang jelas dalam hidupnya. Karena yang membuat kita bingung adalah kita tidak tahu tujuan hidup kita secara jelas. Bukankah kapal yang berlayar ada tujuan akan berlabuh dimana, jika tidak jelas tujuan arahnya, maka kapal akan terombang-ambing bahkan terseret arus lautan.
Ketika seseorang memiliki kejelasan tujuan semata-mata mencari perhatian Allah, maka ia tak akan pusing dengan perhatian manusia. Satu sebab yang dapat membuat derita dalam hidup adalah selalu khawatir penilaian manusia terhadap diri kita sampai lupa pandangan Allah kepada kita.
2. Wa tardha bi qadha’ika (Jiwa yang selalu ridha dengan apapun yang Allah tetapkan)
Orang-orang yang bertaqwa senantiasa ridha dengan apa yang Allah berikan. Karena ia yakin apa yang diberikan Allah adalah yang terbaik. Allah tidak mungkin dzalim kepada hamba-Nya dan ia selalu menemukan sisi positif dalam setiap cobaan yang menimpanya.
Ada seorang psikiater yang bernama M. Schootler yang menulis dalam bukunya ia mengatakan “Ada sekian banyak jenis tingkatan gangguan jiwa, tapi dari semua itu akar penyebabnya hanya satu yaitu ketika seseorang tidak mau menerima apa yang terjadi dalam hidupnya”.
Sehingga pantaslah Umar bin Khattab mengatakan “Aku tidak peduli keadaan senang atau sedihku. Karena aku tidak tahu mana diantara keduanya yang membuat Allah ridha kepadaku”. Dalam kesempatan lain Imam Ali ra. Berkata “Ketika Allah mengabulkan doaku aku bahagia, ketika Allah tidak mengabulkan doaku, aku lebih berbahagia. Karena yang pertama tadi adalah pilihanku, dan yang kedua adalah pilihan Allah. Dan pilihan Allah adalah pastilah terbaik untukku”










