Dokter Bedah Prancis ini Akan Diadili Karena Perkosa 299 Pasien

oleh -0 Dilihat
Joel Le Scouarnec, dokter bedah Prancis yang akan diadili pada 24 Februari nanti atas tuduhan memerkosa atau melakukan kekerasan seksual terhadap 299 pasien. Foto/Le Parisien

Guillerm memberi tahu para penyelidik 10 tahun kemudian bahwa seorang pasien perempuan telah meninggal di meja operasi Le Scouarnec dan bahwa kematian tersebut, dikombinasikan dengan hukuman dokter tersebut di masa lalu, merupakan hal yang “memprihatinkan”, menurut dokumen pengadilan.

Pada 14 Maret 2007, Guillerm menindaklanjutinya dengan mengirimkan laporan kepada Cheneviere yang menegaskan bahwa menurutnya Le Scouarnec tidak layak secara moral untuk berpraktik.

Laporan tersebut menyarankan agar menteri kesehatan turun tangan secara langsung dan mengajukan pengaduan kepada National Order of Physicians.

Namun, 12 hari kemudian, menteri kesehatan diganti dalam perombakan kabinet dan tampaknya tidak ada keluhan yang pernah disampaikan kepada badan medis tersebut.

Kegagalan Kolektif

Tidak jelas apa yang ditemukan dalam penyelidikan ARH, tetapi hal itu menyebabkan penutupan bangsal kebidanan dan bedah di Quimperle pada Juni 2007.

Baca Juga  Komisi II DPRD Maluku Soroti Irigasi Rusak dan Potensi SDA yang Belum Maksimal untuk PAD

Satu dekade kemudian, muncul tuduhan bahwa Le Scouarnec memerkosa atau melakukan kekerasan seksual terhadap lebih dari 30 anak di rumah sakit itu, termasuk empat anak dalam satu bulan Mei sebelum penutupan.

Dokter bedah itu meninggalkan Quimperle, dan sempat bekerja di kota lain di Brittany yang disebut Pontivy.

No More Posts Available.

No more pages to load.