DPRD Maluku Desak Keterbukaan Kebutuhan Tenaga Kerja Proyek Masela

oleh -3 Dilihat
DPRD Provinsi Maluku meminta pemerintah daerah dan pihak investor membuka secara transparan informasi kebutuhan tenaga kerja dalam proyek strategis nasional, termasuk proyek migas Blok Masela, agar masyarakat lokal dapat mempersiapkan diri sesuai kompetensi yang dibutuhkan.

“Yang paling penting adalah sertifikat kompetensi. Kalau masyarakat sudah tahu kebutuhan tenaga kerja apa saja, mereka bisa mengikuti pelatihan yang tepat sehingga saat dibutuhkan mereka sudah siap,” katanya.

Selain itu, ia juga menilai perlu dilakukan pemetaan kebutuhan tenaga kerja sejak tahap konstruksi hingga produksi, termasuk jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan pada masing-masing fase proyek.

“Harus dijelaskan berapa banyak tenaga kerja yang dibutuhkan pada masa konstruksi, kemudian saat produksi, dan kompetensi apa saja yang diperlukan pada masing-masing tahap itu,” tegasnya.

Antisipasi Ketertinggalan Tenaga Kerja Lokal

Noach mengingatkan, tenaga kerja dari luar daerah umumnya lebih siap karena memiliki akses informasi yang lebih cepat dari investor maupun operator proyek.

Karena itu, ia menilai masyarakat Maluku tidak boleh tertinggal hanya karena minimnya informasi terkait kebutuhan tenaga kerja.

Baca Juga  Prabowo No Mic: Ketika Presiden Kalah oleh Mikrofon

Terkait persentase tenaga kerja lokal yang akan terserap, DPRD Maluku mengaku belum menerima data resmi. Meski demikian, pihaknya akan terus memantau perkembangan proyek agar peluang kerja bagi masyarakat Maluku tetap terbuka luas.

“Pengangguran di Maluku masih cukup tinggi. Setiap informasi pelatihan pasti diminati masyarakat, tetapi yang perlu dipastikan adalah apakah pelatihan itu sesuai dengan kebutuhan pekerjaan yang tersedia,” ujarnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.