Porostimur.com, Sofifi — DPRD Provinsi Maluku Utara menggelar Rapat Paripurna Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2024/2025, Senin (4/8/2025), di Ruang Sidang Utama DPRD, untuk membahas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) RPJMD Provinsi Maluku Utara Tahun 2025–2029.
Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Husni Bopeng, didampingi oleh Wakil Gubernur Sarbin Sehe, dan dihadiri para anggota DPRD, pimpinan OPD, Asisten III Setda, ASN, serta insan pers.
“Dihimpun dari jalan Rapat Banggar bahwa seluruh fraksi menyatakan pandangannya atas RPJMD 2025–2029,” ujar Husni saat membuka sidang.
RPJMD yang dibahas mengusung visi besar “Maluku Utara Bangkit, Maju, Sejahtera, Berkeadilan, dan Berkelanjutan”, sebagaimana telah disampaikan gubernur dalam rapat sebelumnya pada 28 Juli 2025. Visi ini didukung oleh 6 misi utama, 6 tujuan strategis, dan 16 sasaran pembangunan yang akan menjadi arah pijakan lima tahun ke depan.
Catatan Fraksi: PAD, Infrastruktur, dan Nilai Lokal
Sejumlah catatan kritis dan dukungan datang dari sembilan fraksi. Fraksi Golkar lewat jubir Johan Josias Manery meminta agar proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) disusun rasional, efisien, dan akuntabel. Mereka juga menyoroti urgensi pengembangan Ibu Kota Sofifi sebagai pusat pemerintahan dan bisnis.











