Es Batu
Anak batu kucuri dari ibunya
yang bernama ulekan.
Sekantong plastik hitam,
di dalamnya sebungkus air beku.
Tidak lebih keras dari pelipismu,
rapuh jika melawan lidahmu.
Hendak halus kutumbuk,
seperti hatimu sebulan lalu.
Kita semua tahu es batu dingin.
Lama digenggam, merah kulitmu.
Namun katamu, “Lagi dingin hatimu.”
Lama digenggam, memar seluruhmu.
Barangkali sekantong plastik hitam
mendekap, menghalangi mata
melihat sehancur apa di dalamnya
setelah dihantam tak tahu diri.
Serupa perbuatanku sebulan lalu
pada rusukmu yang harum ranum.
Bongkahannya kutuang di gelasku
sebab aku gemar sekali
menegukmu hingga habis.
14 Agustus 2026
===========
Tata Cara Kehilangan
Kita pernah menyepakatinya.
Seutas tali dan belati berbinar
dalam digenggamu tersenyum
Aku tak melihat dan pasrah
Kita pernah menyumpahinya.
Sepasang rok dan dalamannya
di lenganmu yang masam
Aku melenggang dan acuh
Kita pernah merapikannya.
Seekor kucing dan pita merah
di jemarimu yang berbunga
Aku tercabik, lalu memilih hanyut.
Ambon, 5 Agustus 2026
=========









