Duet dengan Evan Lanell, Sara Fajira Ingin Unsur Tradisi Jadi Ciri Khasnya

oleh -28 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Evan Lanell dan Sara Fajira baru saja berduet dalam single berjudul Close. Dalam lagu itu, terdapat unsur tradisional yang muncul melalui bebunyian seruling Sunda di awal lagu dan rap lirik berbahasa Jawa yang dilantunkan Sara Fajira.

Ini bukan kali pertama Sara Fajira terlibat dalam lagu yang menggabungkan unsur modern dan tradisi. Formula tersebut juga ia lakukan dalam Lathi.

Menurut Sara Fajira, dirinya menginginkan hal itu menjadi ciri khasnya. Meski demikian, hal itu tidak menjadi patokan untuknya dalam menerima proyek kolaborasi.

Perempuan kelahiran 3 Mei 1996 itu mengaku tetap terbuka dengan segala kemungkinan di masa yang akan datang.

“Bukan kebetulan aja sih, memang akan jadi ciri khas aku juga (unsur tradisional dalam lagu). Aku mau jadiin karakter aku juga untuk masukin tradisi Jawa, terutama. Karena aku lahir di Jawa Timur aku ingin mengangkat tradisi Jawa di musikku. Jadi maksudnya lantunan musik Jawa akan ada di setiap laguku,” tuturnya dalam wawancara dengan detikcom, baru-baru ini.

Baca Juga  Dekan FK Unpatti Ajak Masyarakat Dukung Pemerintah Perangi Corona

“Tapi, kalau kolaborasi itu tergantung kolaboratorku sih. Kalau kolaboratorku minta aku minta nyanyiin lagu tapi nggak ada unsur Jawanya, nggak apa-apa dan ya, akan jadi ciri khasku untuk masukin unsur Jawa di setiap lagu,” sambung dia.

Pada kesempatan yang sama, Sara Fajira dan Evan Lanell juga menyebut, kolaborasi mereka kali ini terbilang memadukan dua unsur musik yang berbeda menjadi satu. Hal itu pula yang menjadi makna kolaborasi bagi mereka secara umum.

“Kita menyatukan dua visi yang berbeda antara dua penyanyi atau lebih, menurutku di situ justru asiknya (kolaborasi). Kita awalnya tipikal yang sangat berbeda, kolaborasi istilahnya penyatuan bagaiamana kita menyatukan visi kita dalam kolaborasi untuk satu karya atau malah banyak lagu. Menyatukan visi dalam satu karya itu inti maknanya dari kolaborasi sendiri,” jelas Evan Lanell.

Baca Juga  HCW Tuding DPRD Malut Lebih Banyak Cari Uang dan Jalan-jalan Daripada Urus Rakyat

Sedangkan bagi Sara Fajira menambahkan, “Memaknai kolaborasi yang pasti kerja sama, kerja sama tim, nggak cuma tukar pikiran aja, tapi semua-semuanya. Menurutku sih itu, kolaborasi tuh itu. Sharing segalanya, pokoknya apa-apa dipikul bareng.”

https://youtu.be/CI42Bgnv2Cc

(red/dtc)

No More Posts Available.

No more pages to load.